Penutupan Pameran Batu Akik dan Batu Mulia Wasior

Pameran batu akik dan batu mulia yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Sulawesi Selatan (IKSS) di Kab. Teluk Wondama yang mulai digelar dari tanggal 01 Juli 2015 resmi ditutup hari jumat malam, 10 Juli 2015.

IMG_5797 IMG_5791 IMG_5782

Hari terakhir pameran tersebut berlangsung cukup meriah dikarenakan sandarnya KM. Ngapulu (dari Nabire tujuan Manokwari) di dermaga Kuri Pasai pada siang hari, dimana dari pantauan HL cukup banyak penumpang transit dan ABK yang turun untuk berburu batu khususnya batu asli Papua. Adapun incaran penggemar dan kolektor batu adalah sejenis batu Cyclop Papua, Badar Emas dan Badar Besi Papua, Bio Solar Papua, dan Batu Mulia Ruby (Namun karena tingginya harga Ruby membuat beberapa penggemar beralih ke batu lain). Bahkan HL yang sempat membeli bongkahan Cyclop Lumut Jayapura seharga 200rb, yang melonjak menjadi 500rb – 1jt dikarenakan diborong untuk oleh-oleh bagi yang mau pulang mudik. Menurut salah satu pengunjung Bpk. Rahman (PELNI Wasior) kalau pameran ini sangat membantu untuk mengangkat batu asli papua agar dapat bersaing dengan batu nusantara lainnya.

IMG_5788 IMG_5786
Acara puncak penutupan tersebut adalah pengumuman pemenang kontes batu (beberapa kategori) dan acara pelelangan batu pemenang yang berlangsung pada malam hari. HL sendiri kurang begitu menyimak kategori apa yang diperlombakan dan siapa-siapa pemenangnya dikarenakan sibuk berburu batu favorit. Adapun info yang HL dapat simak pada pengumuman tersebut adalah :

  1. Kategori Stan terbaik adalah Stan Batu Amanda
  2. Kategori Batu terbaik adalah Batu Ruby dari Ruby Star Wasior
  3. Kategori Batu Nusantara Terbaik adalah Panca warna dari Kab. Raja Ampat
    (maaf HL belum sempat menghubungi panitia untuk informasi yang lebih lengkap)

IMG_5722 (Ket. Foto : Batu Pancawarna Raja Ampat)

Masing-masing juara (1-3) di kategorinya mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan dan sejumlah uang dari panitia ditambah hadiah berupa uang dari Bapak Bupati Teluk Wondama, Bapak Drs. Alberth H. Torey, MM
Rekan HL sendiri Melianus Aury (Pegawai Dishub Kominfo) yang juga mengikutsertakan koleksinya untuk ikut kontes berhasil menggondol juara III untuk kategori Batu Asli Wondama (Kecubung Air). Menurutnya hasil tersebut cukup menggembirakan dan dapat memotivasi pengrajin batu lokal untuk lebih berani berkreasi dengan batu lokal.

IMG_5807 IMG_5812 IMG_5809

(Ket. Foto : Acara Penutupan dan pelelangan)
Acara Pelelangan berlangsung setelah pengumuman pemenang, batu yang dilelang adalah batu pemenang 1-3 kontes. Namun karena kurangnya animo masyarakat untuk menawar batu yang dilelang membuat acara pelelangan tersebut kurang menarik. Meski kurang seru namun pelelangan batu mulia jenis Ruby Wasior berhasil terjual lewat pelelangan yang cukup alot seharga Rp. 27.000.000,- oleh Bapak Bupati Teluk Wondama (Bapak Drs. Alberth H. Torey, MM). Sedangkan juara I kategori kecubung air lokal Wondama berhasil terjual Rp. 1.650.000,-.
Meskipun HL bukan termasuk kategori penggemar atau pecinta batu akik, namun HL gak mau ketinggalan juga ikut meramaikan acara pameran tersebut, adapun batu yang berhasil HL boyong ke rumah adalah :

  1. Bongkahan Badar Besi dan Badar Emas Asli Wondama (Werianggi)
  2. Bongkahan Bio Solar Papua
  3. Bongkahan Cyclop Lumut Jayapura
  4. Bongkahan Badar Emas Hitam
  5. Bongkahan Giok Papua
  6. Bongkahan Sarang Tawon Halmahera Timur
  7. Batu + Cincin Jadi Badar Emas Perak (HL dapat dari Stan Silberstone)
  8. Batu + Cincin jadi Cyclop
  9. Batu + Cincin jadi Bio Solar
  10. Batu + Cincin jadi Badar Besi (dari coraknya kemungkinan Badar Besi Kebumen)

IMG_5820 IMG_5754  IMG_5731 IMG_5843 IMG_5835

(Ket. Foto : Bongkahan dan Batu Jadi Hasil Perburuan HL)

Akhirnya acara resmi ditutup oleh bapak Bupati Teluk Wondama sekitar pukul 00.30 WIT. Meski berlangsung sederhana acara pameran tersebut membawa dampak positif bagi warga Kota Wasior, dimana dapat memenuhi dahaga para penggemar batu yang berdomisili di Wasior, meningkatnya penghasilan pengrajin batu, dan menghadirkan hiburan untuk masyarakat khususnya malam hari. Semoga kedepannya batu akik dan batu mulia asal Papua dapat bersaing di tingkat Nasional dan Internasional.

IMG_5718 IMG_5745 IMG_5744 IMG_5742

Iklan

Destinasi Wisata Alam Teluk Wondama

Menyusuri wilayah Papua Barat, kita akan disuguhkan keindahan panorama alam. Baik keindahan hutan yang dipenuhi flora dan fauna maupun keindahan lautan dengan pulau-pulau dan pantainya yang berpasir putih. Keindahan dan keaslian alam Papua Barat sudah terkenal hingga ke manca negara. Hingga menarik wisatawan untuk datang berkunjung, meskipun belum dikelola secara maksimal.

Siapa yang tak kenal burung cenderawasih?? Burung Cenderawasih merupakan burung yang sudah menjadi ikon Papua bahkan diabadikan menjadi nama salah satu Teluk di Papua Barat, yakni Teluk Cenderawasih dimana terletak Kabupaten Teluk Wondama. Kabupaten Teluk Wondama secara geografis, terletak antara 0015” hingga 30,25” lintang Selatan dan 1320,35 hingga 1340,45” Bujur Timur dengan luas wilayah sekitar 14.953,8 Km2.

peta

Teluk Wondama sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat itu tentu saja menyimpan keindahan alam yang mempesona. Banyak objek wisata bahari yang menarik untuk dikunjungi. Diantaranya pantai Pasir Panjang di Pulau Rumberpon, Pulau Nusrowi, juga ada gugusan Kepulauan Auri, belum lagi air terjun yang berlapis-lapis di Kali Wanayo Kesemuanya menyajikan panorama alam yang indah dan mempesona.

DSC01051 DSC01062 DSC01191 IMG-20120317-00136

Kabupaten Teluk Wondama memiliki dua Kawasan Pelestarian Alam yang dilindungi negara, yaitu Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) dan Cagar Alam Pegunungan Wondiboy. Kawasan TNTC merupakan Taman Nasional perairan laut terluas di Indonesia. Bentangannya mencapai 1.453.500 Ha. Terdiri dari wilayan daratan dan wilayah perairan laut.

Untuk wilayah perairan laut luasnya sekitar 1.385.300 Ha. Meliputi wilayah ekosistem terumbu karang 80.000 Ha dan habitat satwa laut 1.305.300 Ha, dengan panjang garis pantai sekitar 500 km. Sedangkan wilayah daratannya terdapat pantai yang indah, hutan mangrove dan hutan tropika daratan pulau di papua. Luas sekitar 68.200 Ha. Terdiri dari pesisir pantai 12.400 Ha dan luas pulau-pulau 55.800 Ha.

Konservasi

Sejak tahun 2005 lalu Kabupaten Teluk Wondama telah dijadikan sebagai kabupaten konservasi pertama di Tanah Papua. Di wilayah ini dilarang pengangkapan satwa laut, baik ikan maupun terumbu karang. Tujuannya untuk melindungi TNTC dari kerusakan.

Umumnya, ekosistem terumbu karang terbagi menjadi dua zona, yaitu zona rataan terumbu dan zona lereng terumbu. Jenis-jenis karang yang dapat dijumpai antara lain koloni karang biru serta berbagai jenis karang lunak.

TNTC ini juga kaya akan jenis ikan antara lain butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish. Sedangkan untuk jenis moluska antara lain keong cowries, keong strombidae, keong kerucut, triton terompet, dan kima raksasa.

DSC00233  DSCN2147

Fauna

Di teluk Cenderawasih terdapat sekitar 200 jenis karang yang terdiri dari 67 genus dan sub genus 183 jenis karang tersebar pada tepi pulau besar maupun kecil. Persentase penutupan karang berbeda pada setiap lokasi.

Kekayaan sumber daya alam lainnya yang terdapat di kawasan TNTC adalah keanekaragaman jenis ikan yang sangat banyak. Sampai saat ini telah ditemukan sebanyak 355 jenis, yang terdiri dari jenis ikan muara, ikan mangroveI, ikan karang, dan ikan palagis. Jenis-jenis ikan karang merupakan jenis yang paling banyak dijumpai seperti dari famili kepe-kepe/butterflyfish, family angelfish, damnselfish, anemonefish, wrasses, parrotfish, surgean fishes, rabbitfishes, tiger fishes, dan banyak jenis ikan karang lainnya. Gerombolan besar ikan panembah ekor kuning Caesio cuning merupakan pemandangan yang menakjubkan, yang biasa dijumpai pada daerah reef slope. Juga ada beberapa jenis ikan Pari Rajawali fosal, pari manta, hiu reef whitesip, hiu beach ship, kakap, kerapu, cakalang dan tongkol.

Kawasan konservasi TNTC juga merupakan salah satu taman nasional yang menyimpan beberapa jenis moluska penting, salah satunya Kima dari jenis Kima Raksasa, Kima Selatan, Kima Sisik, Kima Besar, Kima Lubang, dan Kima Pasir. Hampir semua lokasi di TNTC bisa ditemukan kima dengan ukuran sekitar 1 meter. Perlu diketahui bahwa keenam jenis Kima ini merupakan spesies yang dilindungi.

Di seluruh dunia terdapat tujuh jenis penyu enam diantaranya terdapat di perairan Indonesia, sedangkan dalam kawasan TNTC terdapat empat jenis penyu (dalam bahasa setempat disebut Teteruga), yakni Penyu Sisik, Penyu Hijau, Penyu Lekang, dan Penyu Belimbing.

Jenis mamalia yang terdapat di dalam kawasan TNTC adalah Duyung, Paus Biru, dan Lumba-lumba dapat dijumpai di sekitar perairan Windesi, Yoop, Roswaar, dan Rumberpoon. Beberapa jenis mamalia darat seperti kus-kus, babi hutan, rusa timor, kanguru tanah, dan kelelawar dapat ditemukan pada hutan daratan pulau maupun hutan di pulau induk papua yang merupakan wilayah penyangga kawasan TNTC.

Pulau-pulau dan pantai dalam kawasan TNTC merupakan tempat bersarang dan tempat mencari makanan yang paling penting bagi berbagai jenis burung antara lain Junai Ma, Dara Laut, Camar Laut, Burung Gosong, Elang Laut Dada Putih, Kum Kum, Julang Papua, Nuri Bayam, Kakatua Jambul Kuning, Raja Udang, Gagak Hitam, Nuri Kepala Hitam, Kum Kum Pinon, Angsa Laut Coklat, Burung Kaua dan berbagai jenis burung lainnya. Daratan lumpur di sekitar Sungai Wosimi dan Pasir Sobey merupakan tempat mencari makan bagi berbagai burung termasuk Burung Undan Australia pada waktu-waktu tertentu selama melakukan migrasi. Selain berbagai jenis burung terdapat juga salah satu jenis kupu-kupu yang tergolong dilindungi oleh PP Nomor : 07/1999 yaitu kupu-kupu Burung Rotsil (Ornithoptera Rochildi).

IMG_5693 IMG_5697 IMG_5698     IMG_5703 IMG_5704

 

Flora

Kawasan TNTC memiliki sekitar 46 jenis vegetasi daratan pulau, mulai dari vegetasi hutan pantai sampai dengan hutan pegunungan daratan pulau.

Vegetasi hutan pantai didominasi oleh tumbuhan bakau, nipah, sagu, pandan, cemara pantai, ketapang, jambu air pantai, nyamplung, waru, dan sejumlah spesies anggrek.

IMG_5701 IMG_5702 IMG_5700 IMG_5699 (sebagian dikutip dr G-Priority Edisi 01 tahun II 2013)

Kelebihan dan Kekurangan Honda Tiger (berdasarkan pengalaman pribadi)

Tiap produk pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan Sang Macan, setelah 4 tahun setia menemani gw, akhirnya gw menarik kesimpulan tentang kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman (sudah banyak yang mengupas artikel tentang ini namun gw tulis berdasarkan pengalaman pribadi), dimulai dari kekurangannya :

  1. Agak susah distarter di pagi hari (padahal Jupiter-Z 2009 kakak gw hanya sekali Start), Rajin servis, ganti oli (Oli Pertamina Enduro Racing), ganti pilot jet yang lebih besar, tapi hasilnya sama tetap susah Start di pagi hari.
  2. Leher Angsa (Manifold) rawan patah (material dari karet, lama-lama juga karetnya getas n patah)
  3. Teknologi jadul, masih karbu, pendingin udara, tanpa oil cooler, rangka sama dengan motor jaman 70an.
  4. Rantai berisik (penyakit yang paling melegenda). Dari jauh aja udah ketahuan nich motor dari bunyi rantainya. Solusinya gw ganti gir set Merk Sinnob (ada yang sarankan pake punya NMP Plug n Play di Tiger Revo, namun motor gw udah pake Monoshock so buritan nungging n rantai bisa gesek ARM kalu pake gir belakang yang diameternya lebih kecil dari standar).
  5. Tangki tipis n air rawan masuk lewat tutup tangki.
  6. Part aksesori jarang dibanding V-ixion n Byson (apalagi pasca discontinue).
  7. As Gear pendek, so ban belakang maksimal pake ukuran 120/70 (pake 130/70 kena gesek rantai, 140/70 harus miringkan setelan rantai) untuk mengaplikasikan ban tapak diatas 130/70 harus pake spacer gear (beda dengan Scorpio yang muat sampai 150/70).
  8. Diameter tabung Shockbreaker depan kecil banget (klu gak salah 31 mm) dibanding V-ixion (33 mm) apalagi Byson (41 mm).
    Jarak Tabung shock depan kiri n kanan mepet banget (muat lebar ban maksimal 110/70, padahal gw mau pasang yang lebih gede), solusinya ngumpulin dana untuk ganti Upside Down (gw malas bubut komstir n segitiga asli).
  9. Power kecil (powernya beda tipis dengan yang 150 cc).
  10. Footstep belakang jadul (kayak motor bebek aja)
  11. Aki standar hanya 7 ampere (Thunder 125 aja 10 A)
  12. Ban standar terlihat cungkring + velg 18” (Byson yang 150 cc aja bannya lumayan gede)
  13. Sein gampang oblak (penyakit semua motor laki)

Kelebihan Honda Tiger :

  1. Mesin bandel (udah teruji dengan basic mesin GL) dengan torsi yang lumayan gede.
  2. Posisi mengendara yang nyaman untuk jalan jauh dan jarak menegah.
  3. Gak boros2 amat untuk ukuran 200 cc.
  4. Mesin dari basis GL, gak pusing nyari bengkel yang bisa nanganin (di daerah gw bengkel bagus n pengalaman nyarinya susah lho).
  5. Jarak sumbu roda yang lumayan panjang sehingga dimodif model streetfigter sampai full fairing kelihatan gagah (beda dengan Mega Pro, yang jadi aneh kalu modif full fairing karena arm yang pendek jadinya ban belakang kelihatan tenggelam n terlalu dekat dengan as tengah)
  6. Kesannya orang awam lihat nich Macan, motor mahal, mewah, gagah, n berkelas (jangan dibandingkan dengan Ninin 250, n R25 beda kelas bro).
  7. Desain dan garis bodi yang menyatu dari depan sampai belakang (hanya opini pribadi, soal desain itu selera masing-masing)
  8. Meski berisik gir n rantainya (gak ada sambungan) sangat awet n gak meragukan pake touring.

Last, ada yang mau tambahkan????

2 Tak Yang Makin Tak Kedengaran

Di eara pertengahan 90an siapa yang tak kenal line up bebek 2 tak Yamaha yang begitu mendominasi pasar 2 tak dan juga di sirkuit pasar senggol alias Road Race yang begitu hingar bingar pada jamannya (bahkan ngalahin serunya GP-500).
Dimulai dari lahirnya Force 1 (masih kalah mentereng dibanding Suzuki Tornado), kemudian Force-1 Z (F-1Z), kemudian The Real Champion di Kelas Underbone yakni F-1ZR (bahkan naik kelas di balapan 120 cc pun ngalahin Satria 120). Meski F-1ZR gantian dengan Suzi RG-Sport merajai kelas underbone 115 cc, namun RG-Sport adalah produk dari negeri Jiran yang tidak dipasarkan Suzuki di Indonesia.
Dari deretan motor bebek produksi pabrik garpu tala tersebut gw pernah punya Yamaha F1Z lansiran 1995 (Vernekel edition alias versi krom), bahkan nich bebek adalah yang paling setia dari semua motor yang pernah gw punya, nemanin gw mulai dari SMA sampai selesai kuliah taon 2006 (wahhh lama banget ya). Namun karena jaman udah berganti menuntut bebek ini juga pensiun meskipun gw masih suka (terpaksa disimpan di gudang).
Mungkin dari sobat-sobat pernah punya motor bebek 2 tak pastinya pernah ngerasain sensasi yang tak pernah dirasakan di motor 4 tak, yakni suara nyaring nan merdu membuat jari gatal untuk membejek gas lebih dalam, sentakan saat start  ketika kopling dilepas, meliuk-liuk lincah ditengah macetnya jalan perkotaan dan berbagai nostalgia lainnya..
Meski pun motor 2 stroke hampir tidak lagi diproduksi namun tak jarang yang menjadikannya motor koleksi, mungkin anak jaman sekarang nama  TZM, Touch, Tiara, 125 Z, Nova Dash, Tena, RK Cool, RGR, NSR, Kawasaki AR-125, dan Leo terdengar asing  tapi siapa yang tak kenal F1ZR, RX-King, dan Ninja 150 yang begitu melegenda.

yamaha_f1zr_3

Awal Kebersamaan Tiger Revolution

Awalnya gw gak tertarik pada motor yang satu ini, bentuknya yang bongsor dan membulat membuat gw gak minat padanya (Apalagi Motor ini udah ada dari jaman gw masih kecil), ya Honda Tiger… namax yang legendaris di kalangan bikers pecinta motorsport tetap gak membuat gw berpaling padanya. Namun seperti kata orang, jodoh tak kan kemana-mana..
Awalnya di tahun 2011 gw cari motorsport untuk seharian rumah – kantor, waktu itu gw amat tertarik sama Yamaha Byson yang lagi booming karena desainnya yang tampil beda pada masanya.. Setelah gw rasa tabungan cukup untuk meminangnya akhirnya gw ke dealer Yamaha (PT. Sinar Suri Manokwari) untuk meminang seekor Byson tersebut. Setelah cas.. cis.. cus.. dengan Customer Service Yamaha yang berparas manis akhirnya gw nunjuk Byson yang berkelir Hitam di brosur dengan pembayaran tunai… CS tersebut menyiapkan dokumennya sembari menjelaskan kalau pembayarannya dilakukan via bank, gw manggut-manggut aja sambil iseng nanya kira-kira Byson gw kapan bisa diantar…. jawaban CS tersebut tak ayal membuat gw kaget bukan main, “untuk Yamaha Bison yang bpk pesan inden 7 bulan dari sekarang” (yang artinya sampai 7 bulan kedepan pengiriman dari Main Dealer di Surabaya si Byson tersebut udah ada yang punya).
Akhirnya gw batalin pemesanannya, tp si mbak CS-nya gak putus asa nawari Vixion generasi 2 namun gw tolak (V-ixion bagus namun karena jadi motor sejuta umat jadi gak deh) n pulang dengan lesu… (sambil nenangin diri untuk lirik merk lain).
Besoknya gw ke Dealer Suzuki (dengan tak berharap banyak) dan  seperti yang udah gw bayangkan sebelumnya motorsport Suzuki di dealer hanya Thunder 125.. Tanpa merendahkan motor tersebut tapi Thunder 125 … oh tidak., bahkan motor jaman gw masih SMA tahun 90an (Yamaha F1Z) masih lebih bertenaga dari pada motor ini…
Karena Kawasaki udah nggak masuk hitungan (Ninja 150 gak banget soalnya daerah gw bensin susah, Ninja 250 budged gak cukup) So pilihan terakhir gw ke dealer Honda, Namun bukannya nemuin jodoh disana malah nemuin NMP (Saat itu CB150R belum lahir) yang gw rasa lebih cocoknya untuk bapak2, so lirik ke sebelahnya tinggal 1 pilihan.. ya itulah Sosok Sang Macan (Revolution Cruiser) yang legendaris, setelah sang macan gw pelototin abis mulai dari mata bulatnya sampe ke ekornya yang runcing kesannya bongsor n bulat emang ciri khasnya tapi gak apapa deh dari pada si NMP..

Akhirnya Gw mantapkan pilihan ke Sang Macan tersebut Namun tak dinyana setelah CS-nya Confirm harganya yang mencapai 30 juta (harga kota Manokwari) gw sempat mengernyitkan dahi.. wah nich macan apa gak over price ya?? Budged sich pas2an, tapi ongkos bawa ke kota tempat kerja kan juga lumayan (lewat kapal laut yang ongkos buruhnya mahal minta ampun).. Akhirnya tuk kedua kalinya pulang dengan kecewa…
So gak pantang menyerah gw sisir seluruh kota cari si Macan ke dealer motor second dengan perhitungan dapat Macan murah + uang sisa untuk modif.. akhirnya setelah berjibaku dengan teriknya matahari kota Manokwari gw berjumpa dengan jodoh gw Tiger Revolution lansiran 2007 yang artinya udah kepake 4 tahun ama pemilik lama, gak banyak nanya gw test ride langsung kena enaknya n langsung transaksi..
Dengan hati berbunga-bunga langsung bawa pulang Sang Macan n tanpa mandi langsung cari info di mbah Google part-part modifnya.. So langkah pertama ganti kaki kakinya :

  1. Velg standar Enkei 18” palang 3 gw gusur dengan Velg Rochell 2,75-17” dan 3,50-17”
  2. Penggunaan ban yang gak terlalu lebar untuk kenyamanan, Corsa S123 (depan 100/70, belakang 130/70 soalnya pake harian) yang kembangnya mirip Battlax BT-45 (ngirit) itu pun dengan konsekwensi bibir ban belakang bersinggungan dengan rantai (dari pada memiringkan setelan rantai yang beresiko saat cornering)
  3. Swing Arm lebar kumis + monoshock NSR 150 yang pemasangannya semuanya Plug n Play, Tanpa merubah apa pun dan tanpa las-lasan..
    (sampai jumpa di artikel berikut untuk ulasan sang macan dari mulai nakal jadi street fighter sampai Full fairing).tigerku standar  Street figter Photo0328

Tak terasa udah menginjak 2015, jadi Macan udan setia nemanin 4 tahun (2011 – 2015). Meski belum terlalu lama tapi 4 tahun juga bukan waktu yang pendek. Secara umum gw puas dengan performa dan kenyamanannya namun bukan berarti tidak memiliki kekurangan.. bahkan gw rasa Macan memiliki banyak kekurangan yang juga legendaris se legendaris namanya.. :